Kilas balik menjadi web developer selama 10 bulan.
Halo semua, selamat datang di artikel singkat saya. Kali ini saya akan membagikan cerita tentang menjadi web developer selama 10 bulan, apa yang saya dapatkan dan pelajaran yang bisa saya ceritakan ke kalian. Mungkin artikel ini akan singkat, dimana gaya penulisan tidak akan bertele-tele sehingga kalian bisa memahami dan menyimpulkan dengan cepat. Bagi kalian seorang programmer, silahkan kalian renungi di fikiran (karena tidak ada kolom komentar jadi kita tidak bisa diskusi haha). Mari saya jelaskan dengan rinci di paragraf selanjutnya...
Saya adalah programmer dan mahasiswa Computer Science dari Binus Online Learning, dulunya saya menganggap bahwa programming itu adalah kemampuan utama dari seorang Computer Science. Setelah saya kerja, ternyata kalimat bahwa skill problem solving itu lebih penting daripada skill programming memang fakta dan benar adanya. Saya akan berikan contoh singkat kenapa kalimat "Tidak semua tentang programming" menjadi lebih valid. Bayangkan anda sekarang saya minta untuk me-monitoring suhu pada sebuah ruangan, pertanyaan saya apa yang pertama kali anda fikirkan? Apakah kalian langsung terfikir tentang IoT? Atau membangun dashboard website yang penuh grafik estetik?. Jika itu yang pertama kali anda fikirkan, maka selamat anda telah masuk dalam star syndrom programmer dan mahasiswa computer science. Kita merasa bahwa menjadi seorang programmer saat tahu masalah tersebut solusinya adalah membuat program yang kompleks sejak awal, padahal ketika kalian menjawab "Beli saja sensor yang murah dan sudah bisa dibaca langsung lewat Handphone kita" itu adalah hal yang wajar, malah itu akan menjadi hal yang bagus karena kalian menawarkan solusi ideal. Ingat kalian atau kita itu adalah programmer, skill utama kita bukanlah programming tapi problem solving, kita mempermudah dan membuat masalah bisa teratasi dengan efisien. Jangan terburu-buru memikirkan dan show-off tentang kemampuan pemrograman kita, apakah tidak boleh? Boleh dan sah saja hukumnya, tetapi kalian juga harus tahu skill selanjutnya yaitu adalah riset. Ketika kalian berfikir bahwa harus membuat program baru, pastikan riset kalian memang benar-benar matang. Riset yang matang akan membuat keputusan menjadi jelas, sehingga program yang dibuat tidak terkesan over-engineering. Contoh yang bisa dijadikan pertanyaan dalam pembuatan program, siapa yang memakai programnya nanti? Data apa yang dibutuhkan? Perlu dashboard? Apakah memang urgent sehingga sampai membuat program dari awal? Pastikan pertanyaan tersebut benar-benar menjadi latar belakang yang kuat, sehingga keputusan diakhir akan menjadi lebih bijak.
Itulah mengapa, saya bisa bilang bahwa skill tentang programming sebenarnya bukanlah kemampuan yang harus diunggulkan pertama kali. Karena jika kita bisa problem solving dengan baik, maka skill programming pasti akan mencapai potensi maksimalnya. Selalu ingat dengan anime Death Note, "L" pernah berkata bahwa masalah yang rumit terkadang memiliki solusi yang sederhana, dalam kasus ini jangan terlalu mendewakan posisi kalian sebagai programmer karena sejatinya programmer adalah orang yang efisien bukan yang ribet, jika semua kalian jadikan ribet maka kalian bukan programmer hehe. Mungkin itu adalah pelajaran yang bisa saya sampaikan, banyak yang ingin saya sampaikan tetapi itu adalah inti dari semuanya, saya harap kalian bisa belajar dari contoh sederhana yang saya tulis diatas di praktek lainnya. See you next time and thank you for your time to read my small article 😊.